Skip to main content

Posts

BIJI

Aku biji yang sangat kecil .. Aku biji yang hampir tak terlihat.. Aku biji yang [biasanya] langsung dibuang setelah tak berguna lagi.. Aku biji yang mau tak mau akan selalu ‘muncul’ di permukaan.. Aku biji yang [mungkin] terlihat sampah bagi sebagian orang.. Namun, biji ini takkan pernah bisa berpisah dari dagingnya.. Apapun kemungkinan itu, aku bersyukur karena aku tercipta sebagai biji.. Meski biji ini kecil, namun biji ini pasti akan berbuah.. Entah akan dipanen hari ini, besok, bulan depan, tahun depan atau 10 tahun lagi, yang pasti biji ini kan tetap berbuah.. Bagaimanapun sulitnya, biji ini akan terus bertumbuh dari hari ke hari.. Yaa.. aku yakin itu.. Karena aku memang biji mata-Nya …

Whatever Its Shapes

Whatever Its Shapes Pastilah semua orang berharap agar yang terbaik selalu terjadi dalam kehidupannya. Anehnya, ketika sesuatu yang aneh terjadi di hadapan kita, kita cenderung bertanya “ mengapa hal ini terjadi?”. Jarang ada yang berkata “Apa yang nantinya dapat kudapat melalui hal ini?” Tanda tanya - tanda tanya dalam hidup ini tentu amatlah banyak. Jikapun pertanyaan itu mudah, pastilah itu akan segera terjawab. Tapi entah mengapa banyak orang yang hidup dalam tanda Tanya besar tanpa ada usaha untuk memberi jawab atas pertanyaan besarr itu. Masalah menjadi focus utamanya.’ Keraguan membuatnya takut untuk melangkah. Ketidakpastian memudarkan segenap harapannya Ketidaksabaran membutakan matanya untuk melihat peluang di balik badai. Dan ketidaksetiaan menjadikannya bosan tuk menanti.. Ibarat seorang anak kecil yang melemparkan sebuah bola ke atas. Meski ia tak tahu kapan tepatnya bola itu akan jatuh, namun ia tetap setia menengadah ke atas sambil mem...

Mereka

M e r e k a Tiba-tiba saja berpikir mengenai mereka. Ya… Mereka yang selalu hadir di mana saja aku ada-dimanapun aku ada & siapapun juga mereka - Entah aku pernah me lihat nya atau tidak. Entah aku me ngenal nya atau tidak. Entah aku bahagia melihatnya atau tidak. Entah aku meng harap kannya atau tidak. Entah aku men yayang inya atau tidak. Entah aku ber sukacita di dekatnya atau tidak. Entah aku bersyukur atas ke hadir annya atau tidak. Yang pasti satu-satunya yang tak dapat kusingkirikan adalah mereka. Dan banyak hal yang dapat kulakukan adalah belajar mengasihi mereka. Tak hanya beberapa di antara mereka, tapi semuanya. Tak hanya yang tak bercacat, tapi semuanya. Tak hanya yang kuincar, tapi semuanya . Mereka semuanya. Semuanya mereka . Tak peduli berapa besar umur mereka. Tak peduli berapa banyak uang mereka. Tak peduli ukuran rumah mereka. Tak peduli takaran kesalahan mer...

Beautiful Moment in My Life

Bulan Mei hampir berakhir.. Status SMA-ku dan teman-teman yang lain juga akan segera beakhir.. Yang pasti acara perpisahan telah digelar tepat seminggu yang lalu.. Hingga akhir acara itu, saya masih sulit mengakui abggapan banyak orang yang mengatakan : "Moments in Senior High School is the best moment in your life"... Really?? Waktu itu di benak saya terucap "I don't think so".. Beberapa hari setelah itu, entah mengapa saya tiba-tiba setuju dengan anggapan orang di atas... Masa-masa paling indah, kisah kasih di sekolah . . . Demikian sepenggal lirik dari sebuah lagu yang sangat populer dadulu [hingga sekarang] Tiba-tiba saja saya teringat masa-masa saya di sekolah bersama teman-teman and also with the teachers.. Sejak hari pertama di tahun 2006 hingga hari-hari [menjelang] hari terakhir di tahun 2009.. Sejak pertama kali mengenakan seragam putih abu-abu hingga hari mengenakan gaun&jas .. Sejak mendapat sahabat pertama hingga sahabat TER-banyak.. Sejak huja...
just do it! Bagaiman anda bisa bersbar jika anda tak memanfaatkan KESEMPATAN yang ada untuk bersabar? just do it

adilkah?? bahagiakah??

Siang tadi salah seorang teman saya mengirim pesan singkat pada saya. Dalam sms itu teman saya bertanya dua hal, yaitu: 1. "Adilkah semua yang terjadi? Jika tidak, bagian mana dakam hidup ini yang sepertinya tidak adil?" 2. "Bahagiakah kamu dengan semuanya?" [Teman saya ini meminta saya menjawab berdasarkan pengalaman bukan dengan akal] Begitu membaca sms itu, saya tersentak kaget.. Tumben dia bertanya seperti itu.. Tapi saya langsung berpikir bahwa tidak mungkin pertanyaan tadi ia lontarkan tanpa sebab.. Tanpa pikir panjang, saya langsung me- reply sms itu.. Saya tak langsung menjawab 2 pertanyaan itu.. Saya justru menjawabnya dengan kisah masa lalu saya.. Saya katakan : Dulu ketika saya SMP saya merasa semuanya tak adil, curang, pilih kasih.. Rasanya berat dan sakit sekali.. Lantas saya bertanya padanya, "Menurutmu bisakah itu disebut bahagia? " Teman saya itu seakan lama membalas sms saya. Saya sangat kaget ketika pesan masuk darinya tertulis : Yang p...